BUDAYA POSITIF DI SEKOLAH

 

1.4.k.1. Aksi Nyata Modul 1.4 - Forum Berbagi Aksi Nyata

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bapak/Ibu guru hebat! 

Perkenalkan Nama Saya Enok Winarsih. Calon Guru Penggerak 

Angkatan 11 dari Kabupaten Bandung Barat. Saya guru SDN 2 Ngamprah

 

Latar Belakang

Budaya Positif adalah perwujudan dari nilai/keyakinan universal yang diterapkan di sekolah. Budaya yang berkembang di sekolah menjadi cermin dari tujuan mulia yang sekolah jalani selama ini. Suatu budaya Positif adalah suatu perjalanan yang harus dijalani dan sebuah tanggung jawab kita sebagai guru yaitu pemimpin pembelajaran. Guru harus mampu menciptakan suasana Positif yang berpihak pada murid. Semua pihak harus menerapkan keyakinan sehingga menjadi kebiasaan dan terwujudnya budaya Positif di sekolah.

Menurut KHD Pendidikan bukan sesuatu yang menakutkan dengan banyaknya teori yang harus dihapalkan dan dipelajari, namun pendidikan hendaknya menjadi tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. KHD memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya. Pendidikan dapat menjadi ruang berlatih dan bertumbuh kembangnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan atau diwariskan.

Guru sebagai Pendidik diharapkan mampu sebagai penuntun laku dan pertumbuhan kodrat anak, KHD mengibaratkan peran pendidik seperti seorang petani atau tukang kebun. Petani tidak dapat memaksa agar jagung tumbuh menjadi padi, begitu pun dengan pendidik. Pendidik hanya bisa menuntun dan merawat tumbuh kembangnya anak sesuai dengan kodratnya.

Penanaman karakter dan pembiasaan yang kuat melalui penanaman budaya positif di sekolah menjadi hal yang sangat krusial. Walaupun pada dasarnya secara umum semua warga sekolah sudah memiliki nilai-nilai positif. Peran keluarga sebagai pendidikan pertama dan utama dalam pembentukan budi pekerti dan karakter anak. Namun, kita perlu menerapkan pembiasaan-pembiasaan baik tersebut di lingkungan sekolah sebagai langkah nyata membentuk budaya yang positif sebagai penguat pondasi karakter dari pendampingan orang tua di rumah.

Hal yang mendasari saya membuat rancangan tindakan ini yaitu saya ingin menerapkan disiplin positif dengan membuat keyakinan kelas secara bersama-sama. Hal ini sangat penting dilakukan untuk menumbuhkan budaya positif di kelas yang mana nantinya dapat mewujudkan nilai-nilai kebajikan sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila yaitu Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia, Mandiri, Bernalar Kritis, Berkebinekaan Global, Bergotong Royong, dan Kreatif. Budaya positif membantu murid untuk melakukan hal positif sehingga dapat membentuk karakter baik yang kelak akan bermanfaat untuk mereka.

Tujuan

Untuk mengimplementasikan disiplin positif melalui penerapan keyakinan kelas demi terwujudnya budaya positif yang dilakukan semua murid melalui pembiasaan-pembiasaan positif di lingkungan kelas dan juga di lingkungan sekolah.

Untuk mengimplementasikan disiplin positif melalui penerapan keyakinan kelas demi terwujudnya budaya positif yang dilakukan semua murid melalui pembiasaan-pembiasaan positif di lingkungan kelas dan juga di lingkungan sekolah.

Tolok Ukur

a.      Terciptanya lingkungan dan suasana yang positif.     

b.      Telibatnya murid dalam membuat keyakinan kelas.

c.      Terwujudnya pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada murid

d.      Guru dan murid menerapkan budaya Positif secara konsisten.

Lini Masa Tindakan yang Akan Dilakukan

a.      Melakukan sosialisasi tentang budaya Positif

b.      Menjelaskan tentang pengertian dan pentingnya keyakinan kelas.

c.      Menfasilitasi murid untuk membuat keyakinan kelas.

d.      Meminta murid menuliskan keyakinan kelas.

e.      Menempel keyakinan kelas di dinding kelas.

Salam dan Bahagia

Komentar